Selasa, 23 November 2010

Suka dan Kecewa

Hmmmmmm.....

sebuah asa telah terwujud
sempurna diharap, tapi kerikil ternyata selalu ada
ternyata ketulusan tak selamanya milik semua orang
termasuk mereka yang berwajah polos dan lugu

terbayang olehku wajah mereka yang kecewa
tak sanggup kumemandang wajahnya
apalagi menatap mata mereka
mengapa seakan aku merasa teradili
padahal aku pun tak menyuykainya
aku kecewa atas tampilan yang ada
penonjolan diri dalam pelayanan pantang bagiku
tapi..........
mengapa harus ada dia seperti itu
tak pahamkah dia betapa kecewanya mereka yg telah berlelah2
haruskah dia titipkan nama dan dirinya dalam usaha bersama
ahhh.. bingung
harusnya sukacita itu sempurna
waktu diisi oleh canda dan tawa
tapi semua berubah jadi kepura2an

Senin, 22 November 2010

Cin Cin

Cin Cin

di tengah gundah dan kemelut di jiwa
dikau hadir tenangkan rasa
di kala haus penuhi hasrat
dikau beri saat teteskan air kesejukan

Cin Cin

aku rindu dekapanmu
aku butuh sentuhanmu
aku menanti rintihanmu
canda dan tawamu legakan dada

Cin Cin

dikaulah mutiaraku, permata hidupku
bayang wajahmu tiada henti menggoda
dikaulah cahayaku, matahari jiwaku
namamu terukir indah di hatiku
dikaulah rembulan, bintang penuntun rasa
dekapan dan hangatmu bangkitkan gairah
rintih dan geliatmu hantuiku selalu

Adakah semua ini rasamu juga????

35 tahun

ketika itu.............
rabu nama harinya
november nama bulannya
dua ribu sepuluh hitungan tahun masehinya
kuimpikan komuni kita penuh warna, ada gairah, ada romantika, ada asa
di pagi yg cerah bangun tidurku disambut doa kedua buah hatiku
"Doa untuk ayah"
terharu kumembacanya
polos tak berias kosakata indah pujangga
tulus tak berbingkai licin bulu sang merpati
selembar kertas putih penuh doa bertinta warna warni
Ah................., bahagia hati ini anakku
telah dua kali ulang tahunku mendapat kado serupa
luar biasa... lebih indah dari permata, lebih berharga dari emas murni

Ada desakan di jiwa, kuingin rasakan kembali
nikmat menu hidangan almarhumah mama tercinta di masa kecil
seiring langkah pasti menuju gedung rakyat tempatku mengabdi
kutitip pesan pada isteri tersayang
tentulah olehnya akan kunikmati lagi menu kenangan itu
Tapi... oh, mengapa itu harus terjadi
mengapa dua belas hari lalu itu damai menjelma jadi murka
mengapa rasa tiba2 gundah
mengapa bibir secepat kilat berucap
haruskah kumerasa diremehkan ketika itu
hingga doa bersama tak dilakukan
nyanyian ulang ulang tahun pun tak terdengar
perih.... sedih... geram....nelangsa jiwa ini mengingatnya
dua belas malam telah kulalui dalam kesendirian
hanya TV yg temaniku di kamar yg sepi itu
SIAPA YANG SALAH?????????????
entahlah.....
KAPAN BERAKHIR?????????
entahlah.....