Rabu, 03 April 2013

Berilah Judul


Bagai tetesan gerimis yg tersisa didedaunan
sekejap lagi terhapus oleh bias mentari
seperti debu yg tertiup hembusan angin
terbang tanpa tahu arah
seperti itukah diriku kini?
tenggelam dlm air mata kesedihan
berdarah dlm sembilu luka dan dukaku
separah itukah diriku krn mu?
sepi dan hampa ditengah keramaian
gugur bagai daun kering yg terbang
sepertinya aku telah hancur krn mu
hingga hatiku tak mampu merasakan arti 

hentikanlah....

Lenz Maret 2013

'Rasa'


bukan cuma rasamu, tapi juga rasaku ,
rasa kita, dan rasa mereka yang melaluinya
ketika hadir menjalar dalam nadi
tak berdaya untuk membatasi
bergairah menikmati tiap degupnya
anganku ikut bergetar
bagaikan mimpi yang indah
hadir mengisi & mewarnai
menawan, mempesona hari
ingin waktu lebih, untuk menikmati
ingin tenggelam didalamnya
menggapai bersama
walau hanya sebatas 'rasa'
Akankah.............?????
Lensa Maret 2013

Selasa, 23 November 2010

Suka dan Kecewa

Hmmmmmm.....

sebuah asa telah terwujud
sempurna diharap, tapi kerikil ternyata selalu ada
ternyata ketulusan tak selamanya milik semua orang
termasuk mereka yang berwajah polos dan lugu

terbayang olehku wajah mereka yang kecewa
tak sanggup kumemandang wajahnya
apalagi menatap mata mereka
mengapa seakan aku merasa teradili
padahal aku pun tak menyuykainya
aku kecewa atas tampilan yang ada
penonjolan diri dalam pelayanan pantang bagiku
tapi..........
mengapa harus ada dia seperti itu
tak pahamkah dia betapa kecewanya mereka yg telah berlelah2
haruskah dia titipkan nama dan dirinya dalam usaha bersama
ahhh.. bingung
harusnya sukacita itu sempurna
waktu diisi oleh canda dan tawa
tapi semua berubah jadi kepura2an

Senin, 22 November 2010

Cin Cin

Cin Cin

di tengah gundah dan kemelut di jiwa
dikau hadir tenangkan rasa
di kala haus penuhi hasrat
dikau beri saat teteskan air kesejukan

Cin Cin

aku rindu dekapanmu
aku butuh sentuhanmu
aku menanti rintihanmu
canda dan tawamu legakan dada

Cin Cin

dikaulah mutiaraku, permata hidupku
bayang wajahmu tiada henti menggoda
dikaulah cahayaku, matahari jiwaku
namamu terukir indah di hatiku
dikaulah rembulan, bintang penuntun rasa
dekapan dan hangatmu bangkitkan gairah
rintih dan geliatmu hantuiku selalu

Adakah semua ini rasamu juga????

35 tahun

ketika itu.............
rabu nama harinya
november nama bulannya
dua ribu sepuluh hitungan tahun masehinya
kuimpikan komuni kita penuh warna, ada gairah, ada romantika, ada asa
di pagi yg cerah bangun tidurku disambut doa kedua buah hatiku
"Doa untuk ayah"
terharu kumembacanya
polos tak berias kosakata indah pujangga
tulus tak berbingkai licin bulu sang merpati
selembar kertas putih penuh doa bertinta warna warni
Ah................., bahagia hati ini anakku
telah dua kali ulang tahunku mendapat kado serupa
luar biasa... lebih indah dari permata, lebih berharga dari emas murni

Ada desakan di jiwa, kuingin rasakan kembali
nikmat menu hidangan almarhumah mama tercinta di masa kecil
seiring langkah pasti menuju gedung rakyat tempatku mengabdi
kutitip pesan pada isteri tersayang
tentulah olehnya akan kunikmati lagi menu kenangan itu
Tapi... oh, mengapa itu harus terjadi
mengapa dua belas hari lalu itu damai menjelma jadi murka
mengapa rasa tiba2 gundah
mengapa bibir secepat kilat berucap
haruskah kumerasa diremehkan ketika itu
hingga doa bersama tak dilakukan
nyanyian ulang ulang tahun pun tak terdengar
perih.... sedih... geram....nelangsa jiwa ini mengingatnya
dua belas malam telah kulalui dalam kesendirian
hanya TV yg temaniku di kamar yg sepi itu
SIAPA YANG SALAH?????????????
entahlah.....
KAPAN BERAKHIR?????????
entahlah.....

Sabtu, 30 Mei 2009

Badai Pasti Berlalu

Hujan lebat menyiram kotaku yg basah
Langit gelap sejak pagi membuat kotaku yg kecil tambah sepi
Anak-anak malas bermain, sopir angkot enggan menyetir
Di pasar, di terminal, di pertokoan, di kantor orang malas beraktifitas

Di pagi buta terdengar jeritan, ibu-ibu panik, pemuda tergesa-gesa
Semua berteriak, banjirrrrr..... longsorrrrrrrrrr
Beberapa orang pemuda bergegas menuju sungai
Tak lama berselang mereka kembali dengan seekor babi
Ternyata ternak di pinggir sungai hanyut oleh banjir

Dari teman kudengar bahwa longsor telah merenggut enam nyawa
Ayah, ibu dan empat orang anaknya tertimbun longsor
Tetangga dan semua yg peduli berlomba mencari jenazah
Terbayang olehku, enam peti jenazah dalam satu rumah
Oh...... Tuhan, kasihanilah kami
Oleh-Mu Badai Pasti Berlalu