Senin, 22 November 2010

35 tahun

ketika itu.............
rabu nama harinya
november nama bulannya
dua ribu sepuluh hitungan tahun masehinya
kuimpikan komuni kita penuh warna, ada gairah, ada romantika, ada asa
di pagi yg cerah bangun tidurku disambut doa kedua buah hatiku
"Doa untuk ayah"
terharu kumembacanya
polos tak berias kosakata indah pujangga
tulus tak berbingkai licin bulu sang merpati
selembar kertas putih penuh doa bertinta warna warni
Ah................., bahagia hati ini anakku
telah dua kali ulang tahunku mendapat kado serupa
luar biasa... lebih indah dari permata, lebih berharga dari emas murni

Ada desakan di jiwa, kuingin rasakan kembali
nikmat menu hidangan almarhumah mama tercinta di masa kecil
seiring langkah pasti menuju gedung rakyat tempatku mengabdi
kutitip pesan pada isteri tersayang
tentulah olehnya akan kunikmati lagi menu kenangan itu
Tapi... oh, mengapa itu harus terjadi
mengapa dua belas hari lalu itu damai menjelma jadi murka
mengapa rasa tiba2 gundah
mengapa bibir secepat kilat berucap
haruskah kumerasa diremehkan ketika itu
hingga doa bersama tak dilakukan
nyanyian ulang ulang tahun pun tak terdengar
perih.... sedih... geram....nelangsa jiwa ini mengingatnya
dua belas malam telah kulalui dalam kesendirian
hanya TV yg temaniku di kamar yg sepi itu
SIAPA YANG SALAH?????????????
entahlah.....
KAPAN BERAKHIR?????????
entahlah.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar